Aku tidak putus asa, selepas darimu
aku pun tidak berpaling pada yang lain,
apalagi memutus tali merah cintaku padamu
dengan rasa yang masih sama aku selalu berharap
tapi kamu, dengan wajah yang sama seperti dulu
saat kamu berpaling mengingkar
dan meneriaki caci maki di depan wajahku
wajahmu saat itu seperti menahan marah dan malu
terhadapku
yang selalu membuat aku ingat bukan hal-hal sepele
tapi rasa bersalah padamu, durhaka cintaku
memang sudah lama sekali
arah jalan terbentang lebar bila ingin pergi
tapi bukan tidak bisa pergi
aku tak mau pergi
dari awal sudah kuputuskan memilih
hanya satu kali
seperti memaku kehidupan yang sekali ini
pernah sekali waktu rasa lelahku datang
menuntun langkah hati pergi menuju ketenangan
tapi jalan di sana begitu jauh dan membuatku tersesat
tanpa apa pun aku berlalu berjalan dan berjalan
yang dengan tuntunan takdir
mengembalikanku ke titik awal
bersama cintaku yang kubawa-bawa menelusuri hatimu
hati memang memiliki kekuatan yang bebas
pikiran memang memiliki keinginan mantap
tapi kembali takdir berbicara
takdir berbicara, ia berkata
"hai pemuda, hatimu sungguh kuat dan kokoh."
"namun kesempatanmu sudah berlalu sejak awal."
Aku diam mempertanyakan dengan batin
"kini tugasmu hanya pergi dan mencari selongsong cinta barumu,
dia ini adalah masa lalumu."
dan dengan kicauan konyolnya ia pergi mengikiskan harapan yang ku ukir
memang berat, memang berat
tapi tak satu pun ada yang salah
dari deretan ucap itu
kaki hatiku melangkah penjelajahan
meninggalkan cintaku yang dahulu
yang tak pernah hilang, tak pernah berubah
tapi hanya menjadi sedikit lebih tua dan akhirnnya jadi kenangan
aku akhirnya hanya masa lalumu
dan kamu masa laluku selamanya
Splendid. I love this.
BalasHapus