setiap-tiap detik
berlalu terlalu dini
terlalu cepat
maka aku di sini
dengan putus asa
menertawakan diri
bagaikan dimasak hari
bahkan meluruh daun
wahai hati
mengapa engkau menuai perih?
sakit...
tak pernah terpikir sebelumnya
rasa yang begitu ngeri
kini telah tertuai
selalu menjadi liontin
pengingat
dengan berbekas
maka...
aku harus tabah
menjalani hari-hari berikutnya
walau hatiku
tersayat...
karenamu
berlalu terlalu dini
terlalu cepat
maka aku di sini
dengan putus asa
menertawakan diri
bagaikan dimasak hari
bahkan meluruh daun
wahai hati
mengapa engkau menuai perih?
sakit...
tak pernah terpikir sebelumnya
rasa yang begitu ngeri
kini telah tertuai
selalu menjadi liontin
pengingat
dengan berbekas
maka...
aku harus tabah
menjalani hari-hari berikutnya
walau hatiku
tersayat...
karenamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar